FEB Gelar Ujian Terbuka Sidang Promosi Doktor Budiyono

oleh -25 views

Bandarlampung, –  Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Lampung (Unila) menyelenggarakan ujian terbuka sidang promosi doktor pada Rabu, 29 April 2026, di Auditorium Gedung G Pascasarjana FEB Unila.

Sidang Promosi Doktor dibuka oleh Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM., ASEAN Eng., selaku Rektor sebagai ketua Tim Penguji, Prof. Dr. Nairobi, S.E., M.Si., selaku Dekan FEB, Prof. Yuliansyah, S.E., M.S.A., Ph.D., Akt., CA., sebagai Sekretaris Penguji, Prof. Dr. Mahrinasari MS, S.E., M.Sc., selaku Promotor, dan Prof. Dr. Ayi Ahadiat, S.E., M.B.A., selaku Co-Promotor.

Turut hadir Prof. Dr. Satria Bangsawan, S.E., M.Si., Dr. Habibullah Jimad, S.E., M.Si., selaku Penguji Internal, serta Dr. Solikin M.Juhro, S.E., MAE., MA., selaku Asisten Gubernur Bank Indonesia sebagai Penguji Eksternal.

Pada kesempatan tersebut, Budiyono memaparkan disertasinya yang berjudul “Analisis Akseptasi dan Keberlanjutan Penggunaan Pembayaran Digital Berbasis QRIS pada UMKM di Indonesia: Integrasi Model TAM dan ECM”.

Penelitian ini dilatarbelakangi pentingnya memahami akseptasi dan keberlanjutan penggunaan pembayaran digital berbasis QRIS pada UMKM di Indonesia. Meskipun QRIS telah diadopsi secara luas, masih terdapat faktor-faktor yang memengaruhi penggunaan secara berkelanjutan oleh pelaku UMKM.

“Penerimaan dan keberlanjutan penggunaan teknologi pembayaran digital tidak hanya ditentukan oleh kemudahan dan manfaat, tetapi juga oleh kepercayaan, kepuasan, serta efisiensi yang dirasakan pengguna,” ujarnya.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi akseptasi dan continuance usage QRIS dengan mengintegrasikan Technology Acceptance Model (TAM) dan Expectation-Confirmation Model (ECM), serta menambahkan variabel digital financial literacy.

Hasil penelitian menunjukkan, perceived ease of use, perceived usefulness, attitude, behavioral intention, dan actual usage berpengaruh positif dan signifikan terhadap akseptasi dan penggunaan QRIS.

Selain itu, confirmation, satisfaction, dan trust berpengaruh terhadap continuance usage, serta efficiency memoderasi hubungan antara perceived usefulness dan continuance usage.

Penelitian ini menghasilkan rekomendasi bagi Bank Indonesia dan penyedia jasa pembayaran untuk memperkuat digital financial literacy, meningkatkan kualitas layanan, serta mengoptimalkan strategi onboarding dan service level agreement bagi UMKM.

Rektor berharap, ilmu yang diperoleh dapat dimanfaatkan dengan baik serta memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara.

Melalui penelitian ini, diharapkan penggunaan QRIS dapat terus meningkat serta meningkatkan efisiensi operasional dan efektivitas transaksi bagi UMKM [Magang_Yeshicha Indah Cahyani]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *