Tentang Tridarma Admisi Layanan Unila Perkuat Tata Kelola SDM dan Keuangan RSPTN dengan Belajar dari PTNBH UNS

oleh -25 views

Bandarlampung, –   Universitas Lampung (Unila) memperkuat fondasi tata kelola sumber daya manusia (SDM) dan keuangan menjelang operasional Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri (RSPTN) Unila melalui Workshop Pengelolaan SDM dan Keuangan yang Efektif, Selasa 27 Oktober 2026. Kegiatan bertujuan mendukung keberlanjutan institusi dengan belajar dari praktik pengelolaan perguruan tinggi negeri berbadan hukum (PTNBH) Universitas Sebelas Maret (UNS).

Kegiatan dibuka oleh Rektor Unila, Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM., ASEAN Eng., dan menghadirkan Rektor UNS, Prof. Dr. dr. Hartono, M.Si., sebagai narasumber. Workshop turut dihadiri Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum Unila, Dr. Habibullah Jimad, S.E., M.Si., jajaran pimpinan universitas, dekan dan wakil dekan, serta sivitas akademika Unila.

Rektor Unila dalam sambutannya menegaskan, pengelolaan SDM dan keuangan merupakan fondasi penting bagi keberlanjutan dan kemajuan perguruan tinggi, terutama dalam mendukung pengembangan RSPTN Unila.

“Pilar utama yang menjadi fondasi keberlanjutan dan kemajuan suatu perguruan tinggi adalah bagaimana kita memberdayakan sumber daya manusia dan memajukan keuangan,” ujarnya.

Materi pada sesi SDM membahas tata kelola kepegawaian di PTNBH, meliputi jenis dan hak pegawai, rekrutmen pegawai non-PNS, tahapan seleksi, kesetaraan hak dan kewajiban, serta skema tenaga kerja asing. Pemaparan juga mencakup sistem remunerasi berdasarkan jabatan, kinerja, dan kontribusi individu, serta evaluasi pegawai melalui target kinerja terukur dan pencatatan aktivitas kerja.

Pada sesi keuangan, narasumber memaparkan sumber pendapatan PTN-BH yang terdiri atas dana APBN, seperti block grant dan rupiah murni, serta dana non-APBN. Dana non-APBN mencakup uang kuliah tunggal (UKT), iuran pengembangan institusi (IPI), hibah, hasil usaha rumah sakit dan badan usaha, hingga sewa aset dan uji laboratorium.

Untuk mengoptimalkan pendapatan nonakademik, barang milik universitas dapat dimanfaatkan melalui sewa, pinjam pakai, kerja sama pemanfaatan, serta bangun guna serah. Selain itu, Badan Usaha Khusus (BUK) diberi fleksibilitas di bidang keuangan, kepegawaian, pengadaan, dan kerja sama agar unit bisnis universitas bergerak lebih lincah.

Di sisi pengelolaan kas, dana talangan yang digunakan sebagai modal awal kerja sama wajib dilunasi paling lambat satu bulan setelah kerja sama terealisasi. Dana cadangan disiapkan untuk program berbiaya besar, sementara dana menganggur diinvestasikan pada instrumen berisiko rendah dan hasil dana abadi dimanfaatkan untuk pendidikan, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan sarana dan prasarana.

Rektor Unila mengajak peserta memanfaatkan workshop sebagai ruang diskusi untuk mengidentifikasi persoalan operasional dan merumuskan solusi yang sesuai dengan kebutuhan unit kerja masing-masing. Melalui kegiatan ini, Unila diharapkan dapat memperkuat tata kelola SDM dan keuangan yang efektif, terukur, dan berkelanjutan guna meningkatkan kualitas layanan institusi. [Magang_Asnia Sundari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *