JMSI Tulang Bawang Gelar Diskusi Publik, Soroti Dampak El Nino 2026 Terhadap Kedaulatan Pangan

oleh -43 views

TULANG BAWANG, diberitain.net – Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Cabang Tulang Bawang menggelar Diskusi Publik tentang Dampak Fenomena El Nino 2026 terhadap Masa Depan Kedaulatan Pangan, Selasa (21/10/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB di Sekretariat Catering M, Jalan Cendana, Menggala ini dibuka oleh Bupati Tulang Bawang Qudrotul Ikhwan yang diwakili Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Nanan Wisnaga, S.Sos., M.M.

Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Menggala Sopiyanto, Lurah Menggala Selatan Heftina, tokoh masyarakat, pemuka agama, serta 100 peserta dari kalangan petani dan pemangku kepentingan lainnya.

Diskusi menghadirkan narasumber kompeten dari Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan, Indra Permana Amurwaraharja,S.Hut. M.Si., beserta jajaran dan Kadis Kominfo Tulang Bawang.

Dalam sambutannya, Kadis Diskominfo Nanan Wisnaga mengapresiasi kegiatan diskusi publik yang dilaksanakan JMSI Tulang Bawang.

Menurutnya, diskusi publik yang melibatkan langsung para petani untuk berdialog tatap muka menjadi langkah nyata bahwa pemerintah selalu hadir di tengah masyarakat.

“Diskusi publik menjadi forum produktif yang menghimpun berbagai pemikiran kritis dalam satu pemikiran serta merumuskan rekomendasi solutif sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan petani. Sehingga ke depannya petani bisa lebih paham mengenai tantangan dan peluang dalam sektor ketahanan pangan,” ujar Nanan.

Ia pun mengimbau seluruh peserta yang mayoritas petani untuk proaktif berkomunikasi dengan para narasumber agar memperoleh informasi yang bermanfaat untuk meningkatkan produktivitas.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini menjadi wadah menampung dan menyerap seluruh aspirasi petani. Kami pemerintah tidak akan pernah diam, kami membuka ruang seluas-luasnya untuk berkomunikasi dan berkolaborasi dengan seluruh lapisan masyarakat. Semoga diskusi hari ini berjalan sukses serta memberikan kontribusi nyata bagi isu pangan nasional,” harapnya.

Sementara itu, Ketua JMSI Tulang Bawang Suhirmansyah selaku penanggung jawab kegiatan menjelaskan, pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang berhak dipenuhi dan menjadi fondasi utama pembangunan suatu bangsa.

Saat ini para petani menghadapi ketidakpastian iklim global, dinamika ekonomi rantai pasok, serta tantangan alih fungsi lahan. Krisis pangan menjadi ancaman nyata yang membutuhkan perhatian lintas sektor.

“Kemarau memiliki dampak yang sangat signifikan terhadap sektor pertanian, terutama petani kita khususnya di Tulang Bawang mengalami penurunan curah hujan, peningkatan suhu udara, serta pergeseran musim hujan yang semuanya memicu berbagai permasalahan di bidang pertanian,” kata Suhirmansyah.

Untuk mewujudkan kedaulatan dan ketahanan pangan yang berkelanjutan, diperlukan sinergi dari seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pelaku industri, petani, hingga masyarakat umum.

“Kegiatan Diskusi Publik tentang Pangan ini diselenggarakan JMSI berkat dukungan penuh Pemkab Tulang Bawang sebagai ruang kolaborasi, pertukaran gagasan, serta perumusan rekomendasi strategis bagi seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan kesejahteraan petani khususnya di Kabupaten Tulang Bawang,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *