FGD QS WUR Unila Bahas Strategi Peningkatan Daya Saing Perguruan Tinggi di Tingkat Global

oleh -35 views

Bandarlampung, –  Universitas Lampung (Unila) menggelar Focus Group Discussion (FGD) QS World University Rankings (QS WUR) pada Jumat, 23 Oktober 2026, di Ruang Sidang Senat lantai dua Gedung Rektorat Unila. Kegiatan ini menghadirkan Prof. Dr. Indra Wijaya Kusuma, M.B.A., sebagai narasumber dan dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi.

FGD ini membahas evaluasi kinerja Unila dalam pemeringkatan QS WUR, termasuk sumber data, indikator penilaian, perkembangan capaian institusi, serta aspek yang perlu diperkuat untuk meningkatkan daya saing perguruan tinggi di tingkat internasional.

Prof. Indra dalam pemaparannya menjelaskan, penilaian QS WUR mencakup tiga kelompok sumber data, yaitu Survey dengan bobot 45 persen, Public sebesar 30 persen, dan Submitted sebesar 25 persen. Ketiga kelompok tersebut mencakup reputasi akademik dan pemberi kerja, publikasi dan sitasi ilmiah, jaringan riset internasional, penyerapan lulusan, jumlah mahasiswa dan dosen, serta aspek keberlanjutan.

Berdasarkan data evaluasi Unila edisi 2024 dan 2025, sejumlah indikator menunjukkan perkembangan positif. Jumlah publikasi bersih (Paper Net) meningkat dari 1.566 menjadi 2.835 atau sebesar 81 persen. Sementara itu, sitasi ternormalisasi meningkat dari 4.335 menjadi 5.327 atau sebesar 23 persen.

Perkembangan juga terlihat pada indikator penyerapan lulusan yang meningkat dari 67 persen menjadi 83 persen. Jumlah mahasiswa internasional bertambah dari 24 menjadi 34 orang, sedangkan jumlah dosen internasional meningkat dari satu menjadi empat orang.

Materi turut memaparkan perkembangan nilai dan peringkat Unila selama tiga edisi pemeringkatan. Nilai yang tercantum meningkat dari 6,785 pada edisi 2024 menjadi 22,6 pada edisi 2026. Namun, peringkat Unila yang tercatat pada edisi 2026 berada di posisi 701, setelah menempati posisi 661 pada edisi 2025. Data tersebut menjadi bahan evaluasi bahwa peningkatan indikator perlu diikuti penguatan kinerja secara menyeluruh agar daya saing institusi semakin baik.

Sejumlah aspek menjadi perhatian dalam evaluasi tersebut, antara lain penguatan reputasi akademik, peningkatan kualitas publikasi dan sitasi ilmiah, perluasan kolaborasi riset internasional, peningkatan internasionalisasi kampus, penguatan penyerapan lulusan, serta pengembangan program keberlanjutan yang mencakup dampak lingkungan, sosial, dan tata kelola.

Melalui FGD ini, Unila diharapkan dapat mengidentifikasi capaian dan aspek yang masih perlu ditingkatkan sebagai dasar penyusunan strategi penguatan kinerja institusi. Upaya tersebut menjadi bagian dari langkah berkelanjutan Unila dalam meningkatkan kualitas akademik, memperluas jejaring internasional, dan memperkuat daya saing di tingkat global. [Melati Sekar]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *