Internasional, – AIESEC in Unila memberangkatkan salah satu mahasiswanya, Azizah Putri Bulan, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Lampung (Unila) angkatan 2024, untuk mengikuti program Outgoing Global Volunteer (OGV) bertajuk “Teaching English and Speaking for Kids, Teenager, Adults” di Ho Chi Minh, Vietnam.
Program yang diikuti Azizah berfokus pada pengajaran Bahasa Inggris dan speaking skill bagi peserta didik lintas usia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya AIESEC mendukung pencapaian SDGs poin 4.6 mengenai pendidikan berkualitas, dengan konsep global classroom yang memadukan proses belajar mengajar dan pertukaran budaya.
Program ini diikuti Azizah Putri Bulan bersama sejumlah exchange participant (EP) dari berbagai negara yang bertugas mengajar peserta didik lokal Vietnam berusia tiga hingga tiga puluh tahun, dengan rata-rata tiga sampai empat peserta didik per hari. Program ini difasilitasi oleh AIESEC in Unila sebagai bagian dari inisiatif Outgoing Global Volunteer.
Program berlangsung selama empat minggu, dimulai pada 1 Juli hingga 29 Juli. Kegiatan dilaksanakan di Cô Tư’s Homestay, Ho Chi Minh, Vietnam, sebuah tempat tinggal sekaligus ruang belajar bersama bagi volunteer dan peserta didik dari berbagai latar belakang.
Azizah mengikuti program ini karena ingin mencoba pengalaman baru yang bermakna dan menantang, sekaligus keluar dari zona nyaman. Sebelum bergabung, ia merasa kegiatan liburannya kurang produktif dan dirinya belum cukup percaya diri. Ia melihat OGV sebagai kesempatan untuk berkontribusi di bidang pendidikan sekaligus mengembangkan kemampuan komunikasi dan adaptasi di lingkungan baru.
“Aku ingin melihat sejauh mana aku bisa menggunakan kemampuanku di luar lingkungan yang biasa. Dan jujur, berbicara bahasa Inggris hampir setiap hari itu cukup menantang, tapi justru itu yang membuatku jadi lebih percaya diri,” ungkap Azizah.
Proses pengajaran dilakukan melalui dua metode, yaitu tutoring langsung di kelas dan mentoring daring melalui Zoom bagi peserta yang tidak dapat hadir secara fisik. Selama program berlangsung, Azizah juga berinteraksi secara intensif dengan EP dari negara lain dan warga lokal di homestay, sehingga proses belajar tidak hanya terjadi di dalam kelas, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari selama tinggal bersama.
Setelah menyelesaikan program, Azizah mengaku mengalami perubahan besar dalam dirinya. Ia menjadi lebih percaya diri, mandiri, dan terbuka terhadap hal-hal baru, serta lebih mampu beradaptasi dan berkomunikasi dengan orang-orang dari berbagai latar belakang, termasuk saat menghadapi situasi yang tidak berjalan sesuai rencana.
Selanjutnya, AIESEC in Unila akan terus membuka kesempatan bagi mahasiswa Universitas Lampung untuk mengikuti program Outgoing Global Volunteer ke berbagai negara, sebagai bagian dari upaya membangun generasi muda yang aktif berkontribusi terhadap pencapaian SDGs, khususnya di bidang pendidikan berkualitas. [Magang_Shalu Munadiyan]





