Bandarlampung, – Universitas Lampung melalui Pusat Unggulan Anggrek LPPM Unila menyelenggarakan Seminar, Workshop Budidaya, dan Pameran Anggrek sebagai bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-61 Unila. Kegiatan tersebut mengangkat tema pelestarian sumber daya genetik anggrek Nusantara, pengembangan pengetahuan dan inovasi teknologi, serta pemanfaatan anggrek bagi masyarakat.
Kegiatan bertajuk “Persembahan Universitas Lampung untuk Masyarakat: Memperindah Dunia dan Melestarikan Sumber Daya Genetik Anggrek Nusantara dengan Inovasi Teknologi” tersebut berlangsung di ruang sidang utama rektorat Unila, Selasa 22 September 2026. Rangkaian kegiatan meliputi seminar, workshop dan praktik budidaya, klinik anggrek, bursa, serta pameran anggrek.
Kegiatan yang diselenggarakan Pusat Unggulan Anggrek LPPM Unila ini menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-61 Universitas Lampung. Lebih dari sekadar kegiatan edukasi dan pameran, rangkaian acara dirancang agar pengetahuan tentang anggrek dapat langsung diterapkan melalui demonstrasi dan praktik budidaya, klinik anggrek, bursa, serta pameran.
Ketua LPPM Unila, Dr. Maulana Mukhlis, S.Sos., M.IP., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Dies Natalis Unila yang menghadirkan berbagai aktivitas untuk memperkaya pengalaman sivitas akademika dan masyarakat. Menurutnya, pameran anggrek juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan ruang apresiasi terhadap keindahan sekaligus karya dan potensi yang dapat dikembangkan dari lingkungan akademik.
“Anggrek adalah salah satu bunga yang mekarnya paling lama. Pilihan anggrek adalah pilihan yang tepat untuk menjadi bagian dari etalase Unila. Ibu Rektor selalu menyampaikan anggrek adalah etalase Unila, maka apa pun yang Unila lakukan untuk mempertahankan anggrek sehingga dia menjadi bagian dari kejayaan Unila ke depan,” ujar Maulana.
Ia menambahkan, keberadaan Pusat Unggulan Anggrek di Unila merupakan modal penting untuk menjaga kesinambungan pengembangan anggrek melalui kepakaran, penelitian, dan kolaborasi. Sosok Prof. Dr. Ir. Yusnita, M.Sc., yang menjadi Kepala Pusat Anggrek LPPM Unila sekaligus inisiator kegiatan, disebut sebagai salah satu tokoh penting dalam pengembangan anggrek di lingkungan Unila.
Sementara itu, Rektor Unila Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriyani, DEA., IPM., ASEAN., Eng., menegaskan bahwa kegiatan tersebut diarahkan agar manfaat Unila dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
“Persembahan Universitas Lampung untuk masyarakat tidak sekadar menjadi tema kegiatan, tetapi benar-benar diwujudkan melalui pengetahuan, inovasi, dan karya yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.”
Menurut Rektor, rangkaian kegiatan anggrek memiliki keunggulan karena tidak berhenti pada penyampaian materi. Peserta mendapatkan kesempatan untuk melihat langsung proses budidaya dan memperoleh pengetahuan praktis mengenai cara merawat serta mengembangkan anggrek.
“Yang menarik di kegiatan ini adalah rangkaian acara tidak berhenti pada seminar. Peserta juga akan mengikuti demonstrasi dan praktik budidaya anggrek, kemudian dilanjutkan dengan klinik anggrek, bursa, dan pameran anggrek,” kata Lusmeilia.
Pendekatan tersebut memperlihatkan bagaimana pengetahuan yang dikembangkan di perguruan tinggi dapat diterjemahkan menjadi keterampilan yang lebih aplikatif. Masyarakat tidak hanya diperkenalkan pada keindahan anggrek, tetapi juga memperoleh ruang untuk belajar mengenai budidaya, perawatan, pengembangan, dan pemanfaatannya.
Lebih jauh, kegiatan ini membuka peluang agar hasil pengembangan anggrek Unila dapat dimanfaatkan dalam konteks ekonomi dan kelembagaan. Dalam sambutannya, Rektor bahkan menyampaikan adanya peluang kerja sama pemanfaatan anggrek untuk kebutuhan lingkungan perkantoran.
Dalam konteks konservasi, Rektor juga menekankan karakter anggrek yang memiliki kemampuan untuk terus berkembang melalui tunas baru. Hal ini menjadi salah satu alasan pentingnya membangun kesadaran masyarakat untuk merawat dan melestarikan anggrek sebagai bagian dari kekayaan hayati.
Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber yang memiliki latar belakang keilmuan dan pengalaman berbeda, yakni Prof. Dr. Ir. Yusnita, M.Sc., Kepala Pusat Anggrek LPPM Unila, Dr. Eng. Dewi A. Iryani, ST., MT., Owner BJ Orchids Bandar Lampung, serta Dr. Desi Maulida, SP., M.Si., peneliti anggrek dan dosen Politeknik Negeri Lampung. Diskusi dimoderatori Ir. Rugayah, M.S., dosen Fakultas Pertanian Unila.
Melalui penelitian, inovasi teknologi, edukasi, praktik budidaya, dan jejaring kemitraan, anggrek diharapkan tidak hanya lestari di lingkungan kampus, tetapi juga berkembang dan memberikan manfaat di tengah masyarakat.
Bagi Unila, keindahan anggrek dengan demikian bukan sekadar sesuatu yang dinikmati secara visual. Di baliknya terdapat pengetahuan yang dapat dibagikan, sumber daya genetik yang perlu dilestarikan, keterampilan yang dapat ditransfer, serta peluang ekonomi yang dapat dikembangkan.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Senat, para Wakil Rektor, para Dekan dan Direktur Pascasarjana, para Kepala Lembaga, Sekretaris LPPM Dr. Suparman Arif, S.Pd., M.Pd., para Kepala UPA, para Kepala Pusat LPPM, Ketua DWP Unila atau yang mewakili beserta anggota, Ketua DWP Polinela atau yang mewakili beserta anggota, Ketua Pecinta Anggrek Indonesia (PAI) Lampung atau yang mewakili beserta anggota, Ketua UPA Konservasi Flora Sumatera Itera atau yang mewakili beserta anggota, Ketua Gapoktan Anggrek atau yang mewakili beserta anggota, Ketua KWT Anggrek atau yang mewakili beserta anggota, serta sivitas akademika dan tamu undangan lainnya. [Riky Fernando]





