Pesawaran, diberitain.net – Pengibaran Merah Putih dilakukan Prajurit Puslatpurmar 8 Teluk Ratai di puncak Menara Telkomsel setinggi 74 meter di Desa Gebang, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, Lampung, Jumat (14/8/2026).
Aksi tersebut menjadi bagian dari rangkaian menyambut dan memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Pengibaran Merah Putih di Ketinggian 74 Meter
Pengibaran Merah Putih berlangsung di menara Telkomsel yang menjadi salah satu bangunan tertinggi di wilayah Kecamatan Teluk Pandan. Para prajurit Puslatpurmar 8 Teluk Ratai menaikkan Sang Saka ke puncak menara dengan ketinggian mencapai 74 meter.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung Komandan Puslatpurmar 8 Teluk Ratai, Letkol Marinir Rinto Hutagaol, M.Tr.Opsla. Dalam pelaksanaannya, ia bersama prajurit Puslatpurmar 8 Teluk Ratai mendapat dukungan dari tim PT Telkomsel Bandar Lampung.
Aksi di ketinggian tersebut tidak sekadar menjadi atraksi menjelang peringatan kemerdekaan. Puslatpurmar 8 Teluk Ratai menjadikannya sebagai simbol penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan sekaligus pesan tentang pentingnya menjaga semangat nasionalisme.
Dengan keberanian dan semangat juang, para prajurit melaksanakan pengibaran Merah Putih sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
Simbol Nasionalisme Prajurit
Pengibaran bendera di atas menara setinggi 74 meter membawa pesan bahwa semangat kemerdekaan tidak boleh berhenti pada seremoni tahunan. Nilai perjuangan harus diterjemahkan dalam bentuk pengabdian, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kesiapan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Komandan Puslatpurmar 8 Teluk Ratai menegaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya satuannya untuk membangkitkan semangat kebangsaan dan menggelorakan kecintaan terhadap Tanah Air.
“Merah Putih harus terus berkibar. Semangat perjuangan para pahlawan menjadi inspirasi bagi kita untuk terus mengabdi kepada bangsa dan negara dengan penuh dedikasi, disiplin, dan pantang menyerah,” tegasnya.
Pesan tersebut mempertegas bahwa simbol Merah Putih memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar bendera negara. Di dalamnya terdapat identitas bangsa, sejarah perjuangan, serta tanggung jawab setiap warga negara untuk menjaga persatuan dan kedaulatan Indonesia.
Puslatpurmar 8 Teluk Ratai Bagikan Bendera
Semangat menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI sebelumnya juga diwujudkan Prajurit Puslatpurmar 8 Teluk Ratai melalui pembagian Bendera Merah Putih kepada para pengendara sepeda motor.
Pembagian bendera dilakukan kepada masyarakat yang melintas di depan Kesatrian Puslatpurmar 8 Teluk Ratai. Kegiatan tersebut menjadi bentuk ajakan kepada masyarakat untuk ikut menghidupkan suasana kemerdekaan dengan memasang dan mengibarkan Merah Putih di lingkungan masing-masing.
Langkah tersebut sekaligus menunjukkan bahwa peringatan kemerdekaan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun aparat negara. Masyarakat memiliki ruang yang sama untuk menunjukkan kecintaan terhadap bangsa melalui tindakan sederhana, tetapi memiliki makna kebangsaan yang kuat.
Semangat Pengabdian Tanpa Batas
Aksi pengibaran Merah Putih di puncak Menara Telkomsel juga memperlihatkan karakter Prajurit Korps Marinir TNI AL yang dituntut selalu siap menjalankan tugas dalam berbagai kondisi.
Ketinggian 74 meter menjadi simbol bahwa semangat pengabdian tidak mengenal batas tempat maupun keadaan. Merah Putih harus tetap menjadi pemersatu dan sumber semangat bagi seluruh elemen bangsa.
Puslatpurmar 8 Teluk Ratai menegaskan komitmen tersebut melalui pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
“Kemanapun Merah Putih membentang dan berkibar, kita harus selalu siap untuk ditugaskan demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.”
Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI pada akhirnya bukan hanya tentang mengenang masa lalu. Momentum tersebut juga menjadi pengingat bahwa kemerdekaan harus diisi dengan pengabdian nyata, menjaga persatuan, serta memperkuat rasa cinta terhadap Tanah Air.
Dari puncak menara setinggi 74 meter di Pesawaran, Merah Putih kembali dikibarkan. Pesannya tegas: semangat perjuangan harus terus hidup, dan pengabdian kepada bangsa harus tetap berdiri tegak di mana pun prajurit ditugaskan.(*).





