Pandeglang, diberitain.net – Memasuki hari kelima operasi SAR, Tim SAR Gabungan terus melakukan pencarian terhadap delapan orang yang masih hilang kontak setelah speed boat yang mereka tumpangi dilaporkan hilang di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Pada Sabtu (12/9), wilayah pencarian melalui jalur laut diperluas menjadi enam sektor dengan total luas 2.537 NM², meliputi Sektor T seluas 348 NM², Sektor U 406 NM², Sektor Z 473 NM², Sektor W 585 NM², Sektor X 380 NM², dan Sektor Y 345 NM². Selain itu, pencarian dari udara dilakukan di area seluas 2.063 NM² menggunakan Helikopter HR-3604.
Hasil Pencarian Per Sektor
Sektor T – 348 NM²
Pencarian di sektor ini melibatkan KRI Kerambit, KP Sanjaya, dan KAL Pahawang.
KRI Kerambit bertolak dari Pelabuhan Indah Kiat Merak pukul 08.00 WIB dan tiba di search area sekitar pukul 11.00 WIB untuk melaksanakan penyisiran.
KP Sanjaya bergerak dari Pelindo Ciwandan menuju search area dan pada pukul 10.00 WIB melaporkan posisi di sekitar koordinat 06°11.393’S – 105°24.914’E dengan kondisi cuaca berkabut. Setelah melaksanakan pencarian, KP Sanjaya kembali menuju Pelindo Ciwandan.
Sementara itu, KAL Pahawang bertolak dari Pelindo Panjang pukul 08.30 WIB dan tiba di search area sekitar pukul 12.30 WIB. Pencarian dilakukan secara visual menggunakan teropong serta berkomunikasi dengan kapal-kapal nelayan yang berada di sekitar wilayah pencarian.
Hasil: belum ditemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Sektor U – 406 NM²
Sektor U melibatkan KRI Leuser, KAL Anyer, dan KN SAR Antasena.
KRI Leuser bergerak menuju search area sejak pukul 05.30 WIB dan sekitar pukul 08.00 WIB berada di sebelah tenggara Gunung Anak Krakatau untuk melaksanakan pencarian. Sekitar pukul 13.00 WIB, KRI Leuser kembali menuju KBS Cigading.
KN SAR Antasena bertolak dari Dermaga Golden Key pukul 06.00 WIB menuju Pelindo Ciwandan, kemudian melanjutkan perjalanan menuju search area dan tiba di wilayah barat Gunung Anak Krakatau sekitar pukul 07.52 WIB.
KAL Anyer bertolak dari Pelindo Ciwandan pukul 07.30 WIB dan melaksanakan pencarian di Sektor U. Pada pukul 12.00 WIB, pencarian dilakukan di sekitar koordinat 06°09.556’S – 105°41.667’E.
Hasil: belum ditemukan korban maupun petunjuk yang dapat memastikan keberadaan korban.
Sektor Z – 473 NM²
Pencarian di Sektor Z dilakukan menggunakan KN SAR Basudewa dan KRI Lepu.
KN SAR Basudewa bertolak dari Dermaga Batu Lampung pukul 07.45 WIB dan tiba di titik awal pencarian sekitar pukul 10.20 WIB. Penyisiran dilanjutkan hingga sekitar perairan Pulau Sertung. Pada pukul 16.00 WIB, KN SAR Basudewa kembali melakukan penyisiran di sekitar Gunung Anak Krakatau sebelum bergerak menuju Pulau Sebesi untuk sandar.
KRI Lepu juga dikerahkan dari Pelabuhan BBJ menuju search area Sektor Z untuk memperkuat penyisiran.
Hasil: belum ditemukan korban maupun petunjuk keberadaan korban.
Sektor W – 585 NM²
Sektor dengan wilayah pencarian terbesar melalui jalur laut ini melibatkan KP Hayabusa dan RIB 02 Banten.
KP Hayabusa bertolak dari Dermaga Batu Balai pukul 07.30 WIB menuju search area. Pada pukul 09.52 WIB, unsur tersebut melaporkan posisi di koordinat 06°43.796’S – 104°53.817’E dengan kondisi cuaca berawan dan visibility sekitar 2 NM.
RIB 02 Banten bertolak dari Marina Carita pukul 07.00 WIB dan sekitar pukul 09.00 WIB telah memasuki search area. Penyisiran kemudian dilakukan di wilayah pesisir Pulau Panaitan hingga Ujung Kulon. Sekitar pukul 14.00 WIB, RIB 02 Banten bergerak menuju Tanjung Lesung sebelum kembali ke Posko Marina Carita dan tiba pukul 15.31 WIB.
Hasil: belum ditemukan korban maupun petunjuk keberadaan korban.
Sektor X – 380 NM²
Pencarian dilakukan menggunakan KN SAR Tetuka 247 dan RBB Peucang.
RBB Peucang bertolak dari Dermaga Paku Anyer pukul 07.50 WIB. Sekitar pukul 09.00 WIB, unsur tersebut berada di wilayah pencarian dengan kondisi cerah berkabut dan gelombang 0–1 meter. Pencarian di Sektor X kemudian dilakukan hingga sore hari dan RBB Peucang sandar di Dermaga Timas Merak sekitar pukul 16.08 WIB.
KN SAR Tetuka bertolak dari Pelindo Ciwandan pukul 08.05 WIB dan memasuki search area sekitar pukul 09.50 WIB.
Pada pukul 10.05 WIB, KN SAR Tetuka menemukan sebuah jeriken minyak berwarna biru di koordinat 06°02.7161’S – 105°31.5414’E. Temuan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan pemantauan menggunakan drone dari KN SAR Tetuka.
Namun, hingga hasil operasi H.5 dilaporkan, belum dapat dipastikan bahwa jeriken tersebut berkaitan dengan speed boat atau delapan orang yang masih dalam pencarian.
Hasil: satu objek ditemukan dan ditindaklanjuti, namun belum ada konfirmasi keterkaitannya dengan korban.
Sektor Y – 345 NM²
Pencarian di Sektor Y dilakukan menggunakan RIB 02 Lampung.
RIB 02 Lampung bertolak dari Pulau Sebesi pukul 07.00 WIB dan melakukan penyisiran di sekitar Pulau Sebesi sesuai rencana operasi. Penyisiran kemudian diperluas ke Pulau Sebuku, Pulau Lagundi, pesisir Kalianda hingga Tanjung Tua.
Dalam pelaksanaan pencarian, visibility sempat rendah. RIB 02 Lampung kemudian sandar di Bakauheni, Lampung, sekitar pukul 16.20 WIB.
Hasil: belum ditemukan korban maupun petunjuk keberadaan korban.
Dukungan Pencarian dari Udara
Selain unsur laut, pencarian juga diperkuat Helikopter Dauphin AS 365 N3+ HR-3604 dengan area pencarian udara seluas 2.063 NM².
Helikopter tiba di Helipad Lapangan Carita pada pukul 09.05 WIB dan melakukan take off menuju search area pada pukul 10.36 WIB. Dalam pelaksanaan pencarian, kondisi visibility dilaporkan rendah sehingga pemantauan udara dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi keselamatan penerbangan.
HR-3604 kemudian kembali ke Helipad Lapangan Carita pada pukul 11.17 WIB dan selanjutnya take off menuju ATS pada pukul 13.23 WIB.
Dukungan udara juga diperkuat dengan dua unit drone thermal Basarnas yang digunakan untuk membantu pemantauan di wilayah pencarian.
Hingga hasil operasi SAR hari kelima, delapan orang masih berstatus Dalam Pencarian (DP). Belum ditemukan korban dalam kondisi selamat maupun meninggal dunia.
Operasi SAR akan terus dievaluasi dan dilanjutkan sesuai hasil koordinasi serta rencana operasi berikutnya.(**).





