Peringati Hari Tani Nasional, Gubernur Mirza: Petani Lampung Sejahtera, Ekonomi Daerah Melaju

oleh -24 views

PRINGSEWU, diberitain.net – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan sektor pertanian tetap menjadi pilar utama ekonomi Lampung. Peningkatan pendapatan petani kini terbukti mengerek daya beli perdesaan hingga mendorong hilirisasi produk ke pasar internasional.

Hal itu disampaikan Gubernur Mirza saat menghadiri Pesta Rakyat Petani dalam rangka Hari Tani Nasional 2026 di Kawasan Gruput, Gading Rejo, Pringsewu, Minggu (25/10/2026).

“Di Provinsi Lampung ada tiga komoditas utama yang banyak sekali petaninya: padi, jagung, dan singkong. Hampir 60% masyarakat Lampung bergantung dengan tiga komoditas itu,” ujar Mirza.

Menurutnya, keberpihakan pemerintah pusat di era Presiden Prabowo Subianto memberikan dampak langsung di lapangan. Harga pupuk lebih terjangkau, sementara harga jual komoditas naik signifikan.

“Semenjak Pak Prabowo menjadi presiden, harga pupuk murah dan harga komoditas itu naik semua; padi naik, jagung naik, singkong naik. Petani-petani di sini alhamdulillah pendapatannya jadi sangat luar biasa,” katanya.

Dampak kenaikan pendapatan itu terlihat dari indikator konsumsi. Gubernur memaparkan, pembelian mobil niaga di kabupaten pertanian naik hampir 40%, terutama light truck dan van. Penjualan semen ritel juga naik hampir 20%.

“Ini semua terjadi karena kebijakan pertanian yang tepat. Hari ini Lampung menjadi provinsi dengan pertumbuhan ekonomi nomor dua tertinggi se-Sumatera,” tegasnya.

Ekspor Perdana Mocaf ke Amerika

Ke depan, Pemprov Lampung fokus pada hilirisasi di tingkat desa. Jika tahun lalu petani hanya menjual singkong mentah, kini desa-desa sudah mengolah menjadi tepung mocaf.

“Bulan depan Bupati Pringsewu sudah mengawali pengeksporannya ke Amerika. Ini terjadi karena kebijakan Presiden yang tepat menjaga harga komoditas, sehingga petani semangat melakukan hilirisasi,” ungkap Mirza.

Sementara itu, Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengapresiasi sinergi pusat dan Pemprov Lampung. Ia mengungkapkan, atas instruksi Presiden Prabowo, pemerintah telah menyetop total impor singkong dan etanol demi melindungi petani. Kebijakan itu efektif mengerek harga singkong di Lampung hingga Rp3.000 per kilogram.

“Bayangkan, itulah bentuk kepedulian Bapak Presiden Prabowo pada petani Indonesia. Belum ada SK, belum ada Kepmen, kami minta stop! Distop impor dari negara lain,” tegas Mentan.

Mentan juga memuji komitmen Gubernur Mirza yang intens memperjuangkan petani. Selain itu, ia mengumumkan terobosan baru: buruh tani (buruh tandur) kini berhak menerima bantuan alsintan langsung dari Kementan, termasuk traktor tangan untuk kelompok buruh perempuan di Pringsewu.

Untuk pupuk bersubsidi, Mentan memastikan harga sudah diturunkan 20% tanpa menambah beban APBN dan akan menindak tegas oknum yang menyelewengkan hak petani. (Pemprov Lampung).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *