Pemprov Lampung Buka Ruang Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi Perkuat Ekonomi Daerah

oleh -22 views

Bandar Lampung, diberitain.net – Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan komitmennya membuka ruang kolaborasi dengan perguruan tinggi untuk memperkuat ekonomi daerah melalui hilirisasi industri strategis.

Langkah ini menjadi kunci menjaga tren positif pertumbuhan ekonomi Lampung yang saat ini tercatat 5,2 persen, tertinggi kedua di Pulau Sumatera.

Pesan tersebut disampaikan Gubernur Lampung dalam Rapat Senat Luar Biasa Wisuda Sarjana (S1), Magister (S2), dan Doktor (S3) Periode Ganjil Tahun Akademik 2026/2027 Universitas Bandar Lampung (UBL) di Gedung Mahligai UBL Convention Hall, Kamis (22/10/2026).

Gubernur menyoroti bonus demografi Lampung dengan jumlah penduduk 9,5 juta jiwa, di mana lebih dari 45 persen merupakan Gen Z dan Post Gen Z. Potensi tersebut dinilai sebagai kekuatan ekonomi besar untuk mengawal masa depan daerah.

“Lampung hari ini bergerak maju melalui hilirisasi. Kita mendorong pengolahan ubi kayu menjadi produk bernilai tinggi, pembangunan pabrik pengolahan kopi robusta, pengembangan ekosistem bioetanol, hingga hilirisasi unggas terintegrasi dari hulu ke hilir. Semua langkah strategis ini membutuhkan tenaga kerja yang terampil, profesional, adaptif, serta wirausahawan muda yang berani berinovasi,” tegas Gubernur Lampung.

Pada Wisuda ke-76 UBL tersebut, sebanyak 539 wisudawan resmi dilantik. Rinciannya, 330 lulusan Sarjana (S1), 202 lulusan Magister (S2), dan 7 lulusan Doktor (S3).

Pemprov Lampung mengapresiasi visi UBL yang terus bertransformasi menuju World Class Entrepreneur University melalui penguatan Talent and Career Ecosystem.

Sementara itu, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah II, Prof. Dr. Iskhaq Iskandar,M.Sc., mengingatkan para wisudawan agar menjadi pembelajar sepanjang hayat (lifelong learner) dan mewaspadai sindrom toga.

“Sindrom toga adalah kondisi psikologis di mana seseorang yang baru lulus merasa sudah menguasai segalanya sehingga berhenti untuk belajar. Jangan sampai hal itu terjadi. Jadikan setiap tempat sebagai sekolah dan setiap orang yang ditemui sebagai guru. Di awal karier, fokuslah untuk mengambil peran dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujar Prof. Iskhaq.

Pemprov Lampung menegaskan pintu kolaborasi terbuka lebar bagi akademisi dan perguruan tinggi, termasuk UBL, baik dalam riset terapan, pengabdian masyarakat, maupun penguatan ekosistem kewirausahaan demi mewujudkan Lampung Maju menuju Indonesia Emas.(Pemprov Lampung ).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *